Feed on
Posts
Comments
KH-11 Sudah seminggu lebih, misteri hilangnya pesawat ADAM Air dengan nomor penerbangan KI-574 belum juga terpecahkan. Berbagai upaya telah dilakukan, baik oleh pemerintah, masyarakat serta pihak-pihak dari luar negeri. Dari berbagai macam upaya tersebut, ada satu usulan upaya untuk meminta bantuan satelit Keyhole milik Amerika Serikat seperti yang dikutip Republika Online, Antara News, Media Indonesia Online dan sederet media offline lainnya.

Liat di MetroTV tadi malam Roy Suryo juga bilang bahwa satelit Keyhole (KH-11) masa kerjanya sudah selesai tahun 1995, namun sebenarnya satelit ini masih mengorbit dan pada saat ini (red: apa pas kejadian? -CMIIW), setelit ini berada di atas Indonesia sambil menunjukkan contoh image hasil jepreten si Keyhole.

Menurut kutipan-kutipan di atas, bahwa satelit Keyhole tersebut merupakan satelit intelijen Amerika Serikat dengan kemampuan IFF (Identification Friend or Foe) sehingga bisa mendeteksi/memonitor semua jenis transportasi termasuk pesawat terbang di seluruh dunia. Wow! What a technology! Orang awam seperti saya mungkin cuman bisa berdecak kagum mendengar teknologi ini. It’s totally beyond of my knowledge. Tapi teteup… penasaran, apa sih IFF itu? Keyhole? Kok bisa tau posisi satelit intelijen Amerika? Orbitnya seperti apa sih?

Di runut pelan-pelan deh, pertama IFF. Menurut beberapa site, GlobalSecurity.org, wikipedia, AEW&C Wings dan beberapa site lainnya, IFF (Identification Friend or Foe) adalah suatu sistem untuk mengetahui identitas objek tertentu. Karena teknologi ini pada awalnya dikembangkan untuk kepentingan militer, maka tujuan utamanya adalah mengidentifikasi suatu objek apakah kawan atau musuh. Cara kerja IFF ini menggunakan teknik Question & Answer alias challange & result alias tanya-jawab alias interogasi. Biasanya yang melakukan query/interogator adalah radar, baik radar statis di darat maupun yang bergerak seperti mobil radar, pesawat seperti AWACS atau bahkan satelit. Tentu saja proses interogasi ini tidak akan bisa berjalan apabila di objek yang menjadi target tidak dipasang alat transponder untuk menjawab.

Teknologi IFF ini juga sudah diadopsi oleh dunia penerbangan sipil. Di dunia penerbangan sipil, teknologi ini sering disebut dengan ATCRBS (Air Traffic Control Radar Beacon System). Bahkan ‘konon’ regulasi FAA (Federal Aviation Administration) mengharuskan semua pesawat terbang di Amerika yang terbang minimal 10.000 feet untuk memasang sistem ini dengan kemampuan mengirim data ketinggian (altitude) secara otomatis. Gak tau untuk regulasi internasionalnya ada apa nggak (baca: belum dapat rujukan).

Yang berikutnya adalah satelit Keyhole (KH-11/Kennan/Crystal). Satelit ini sebenarnya udah ada dari 30 tahun yang lalu. Fisiknya nggak cuman satu satelit, lho. Model barunya disebut KH-12/Ikon/Improved Crystal. Sebenarnya spesifikasi satelit ini termasuk dirahasiakan, wong untuk intelijen, kok. Menurut cerita pernah seorang yang bekerja di CIA menjual data-data teknis satelit ini ke pemerintah Uni Soviet. Alhasil, Uni Soviet pun memiliki satelit yang serupa dengan Keyhole dan diluncurkan pertama kali pada tahun 1982.

Lalu, apakah benar KH-11 memiliki kemampuan IFF? As I told you, this is beyond of my knowledge. Tapi menurut link-link di atas, KH-11 adalah satelit mata-mata yang tugasnya adalah menangkap citra/gambar permukaan bumi secara dijital. Instrumen yang sudah diketahui terpasang adalah lensa optik mirip seperti milik teleskop angkasa Hubble. Mirip seperti kamera dijital yang banyak beredar di pasaran, satelit ini juga dilengkapi dengan CCD (Charge Coupled Device) sebagai sensor. Sensor ini juga mampu untuk menangkap cahaya near infrared untuk malam hari dan thermal infrared untuk mendeteksi panas. Sangking gedenya sensor si satelit ini, konon resolusi citra yang bisa dihasilkan sangat tinggi. Kurang lebih 10cm per pixel! Sayang dari beberapa link yang ada, tidak ada yang menyebutkan bahwa satelit ini juga dilengkapi dengan instrumen radar sebagai interogator pada sistem IFF. Ada yang bisa bantu menjawab?

Kemudian, apakah benar KH-11 posisinya ada di atas Indonesia? Menurut beberapa link di atas juga menyebutkan bahwa satelit KH-11/KH-12 beroperasi menggunakan sistem inclined orbit, alias bukan orbit geostationer/geosynchronous. Atau dengan kata lain, posisi satelit keyhole tidak berada statis di atas area tertentu di permukaan bumi. Lalu? Ya, harus nanya ‘orang dalam’ kalo mo tau orbit satelit KH-11. Amerika kan bisa seenak udelnya untuk mindah-mindahin orbit satelit-satelit mata-matanya. Mo ngitung pake rumus macem-macem juga pasti ujung-ujungnya ‘kira-kira’.

Yah… sudahlah, daripada ngomongin omongan yang gak jelas. Yang penting, citra satelit pasti akan bermanfaat untuk menemukan pesawat Adam Air yang hilang tersebut. Dengan catatan, bangkai pesawatnya masih berada di permukaan, bukan di dasar laut. Tapi kayaknya, dengan resolusi 60 cm per pixel milik Quickbird saja sudah cukup untuk mengidentifikasi bangkai pesawat, orang rumah saya yang kecil aja bisa kelihatan. Tapi memang harus diperhitungkan juga perjalanan orbit satelit Quickbird dan ketebalan awan.

Contoh hasil jepretan KH-11

Contoh hasil jepretan KH-11 (bukan resolusi sebenarnya)

6 Responses to “Roy Suryo, Keyhole dan Identification Friend or Foe (IFF)”

  1. Yang jelas… bukan Roy Suryo yang nemuin tuh pesawat bermasalah.

  2. Riyogarta says:

    Saya juga agak bingung waktu mendengarkannya … :(

  3. Agung says:

    Om Roy…Saya rasa bangsa ini lebih seneng mencari tuh pesawat dengan bantuan Ki Joko Bodo, Mama Lorens,Ki Gendeng Pamungkas dll daripada harus pakai technology satelit…He he he…wake up wake up !!!

  4. bagus juga artikelnya. buat nambah ilmu pengetahun orang-orang bodoh hehehehe:)

  5. yuli says:

    Kapan Indonesia menggunakan satelit yang tentunya racik sendiri, selain bisa bantu negara kita saat mengalami kesulitan waktu cari bangkai pesawat or juga bantu negara dari mata – mata luar angkasa tadi.

  6. Terry says:

    Writing posts is pain in the ass.I know how you can get unlimited articles
    for your blog, search in google:
    Anightund’s rewriter

Leave a Reply to Terry