Feed on
Posts
Comments

Mungkin judulnya agak-agak berlebihan bagi sebagian orang. Pengawalan ketat mungkin wajar saja digelar untuk menyambut tamu negara. Apalagi tamu selevel Mr. Bush (so what?!). Tapi, kalo dilihat dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bogor (walaupun konon 70% warga produktif Bogor mencari nafkah di Jakarta yang notabene sudah sering menggelar aksi pengamanan tamu-tamu negara), pengamanan yang dilakukan kali ini – paling tidak menurut pendapat pribadi saya – sungguh-sungguh terkesan luar biasa.
Dimulai dari kedatangan Secret Service plus 6 kontainer peralatan keamanannya seminggu sebelumnya. Hotel Salak Bogor habis di booking untuk menampung orang-orang ini. Ada kabar, di lokasi kedatangan Mr. Bush telah dipasang kamera yang online dengan Pentagon! Weleh-weleh… sementara jalur komunikasi lokal katanya bakal diblokir. Kantor istri saya (Bank Muamalat Warung Jambu – Ring 3) juga dihimbau untuk tutup oleh aparat keamanan. Pertama karena alasan keamanan terkait dengan demo yang akan terjadi, juga karena jalur komunikasi data akan diblokir. He..he..he.. lucunya kantor pusatnya memutuskan untuk semua karyawan tetap masuk namun tidak ada transaksi keuangan untuk hari ini (#$^!# biaya operasional tetap jalan tapi tidak ada transaksi…????). Semua karyawan wajib memberikan kartu id yang kemudian distempel oleh aparat. ID berstempel inilah yang bisa digunakan sebagai pass lalu-lalang di ring 3.
Suasana weekend kemaren juga kerasa beda ama weekend2 sebelumnya. Weekend kali ini kerasa sepi di jalan-jalan. Di seputar Kebon Raya Bogor, setiap jarak 20-30 meter, dijaga oleh seorang pasukan TNI dengan senjata lengkap (maap gak tau tipe senjatanya, tapi sumpah mati bukan petasan).
Rasa mencekam kian berasa tadi pagi. Selain sudah bisa dapat dipastikan ratusan ribu orang pendemo akan datang ke Bogor, beberapa ruas jalan di ring 2 juga sudah ditutup dengan penjagaan yang lebih ketat lagi. Dan di jalan-jalan di ring 3 juga di jaga oleh beberapa aparat hampir di setiap simpangan. Karena jalan Padjajaran ditutup, akhirnya saya mau masuk tol muter lewat jalan Pandu Raya. Perkiraan saya sebelumnya, Pandu Raya akan rame ternyata justru sebaliknya, sepiii banget. Mungkin karena banyak yang meliburkan diri di rumah masing-masing kali. Sempat juga nanya ke salah satu aparat tentang akses tol, dan ternyata pintu masuk tol dari Bogor akan dibuka terus sementara pintu keluar tol (masuk Bogor) akan ditutup dan kemungkinan akan dialihkan ke Ciawi. Nah lho! Ntar saya pulang gimana?
Barusan dapet konfirmasi dari istri (jam 14an), di depan kantornya udah mulai rame demonstrasi. Dan ada isu kalo jam 16.00 s.d 22.00 jalur komunikasi selular bakal diacak untuk radius 1km dari istana. Sayang GPS kantor yang saya bawa lagi rusak, jangan-jangan sinyal GPS juga diacak.

Konon katanya, untuk menjamu Mr. Bush dan antek-anteknya menghabiskan dana 6 milyar rupiah! Bushsyet, 6 milyar untuk 6 jam kunjungan seorang Bush. :( Belum lagi dihitung kerugian karena lumpuhnya sektor perekonomian selama sehari lebih, yang katanya bisa mencapai 80 milyar rupiah!
Sedih juga sih, Bogor itu kota damai, liat waktu kerusuhan ’98. Bogor gak ada kejadian apa-apa, tetap aman. Insya Allah Bogor tetap menjadi kota yang cinta damai sampai kapanpun.

Penjagaan di sekitar istana

Pemblokiran jalan Padjajaran (simpang tiga Bangbarung Raya)

Penjagaan di sekitar Istana Bogor (18 Nov ’06) Blokir di Pertigaan Bangbarung Raya – Pajajaran (20 Nov ’06)
Blokir depan terminal Baranang Siang
Blokir depan terminal Baranang Siang (20 Nov ’06)

Leave a Reply